Investasi Sneakers (i)

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi tentang investasi atau investasi lebih khusus lagi pada sneakers. Jadi kenapa sepatu kets? Eklegein Shoes

Sepatu sebenarnya mengalami perubahan “kecil” dalam fungsi dan status dalam masyarakat secara keseluruhan. Selain fungsi utamanya yaitu sebagai sepatu, sepatu merupakan fashion yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Tidak banyak orang yang siap menghubungi untuk membeli sepatu yang ditargetkan.

Sepatu juga menjadi hal penting yang memudahkan kenyamanan di perjalanan. Secara pribadi, saya sering memakai sepatu kasual dengan sol karet yang disebut juga sneakers. Alasannya karena lebih ringan di kaki dan tidak terasa terlalu kaku.

Banyak merk sepatu yang memiliki prestise sebagai produk fashion
sebagai nilai utama. Hal ini menjadikan sepatu sebagai kategori “antik” yang berpotensi bernilai tinggi.

Jadi, apakah sneaker berinvestasi tepat untuk Anda? Bagaimana memulainya? Yuk, simak lebih lanjut di bagian selanjutnya

Mengapa berinvestasi di sneakers dianggap menguntungkan? Penggemar sneakers alias sneakerhead tentu saja tersebar luas di seluruh dunia. Bahkan mereka yang tidak menyukai sepatu bersol karet ini pasti memiliki lebih dari beberapa di lemari pakaian mereka.

Berikut beberapa alasan mengapa berinvestasi di sepatu kets begitu menggiurkan:

Kebiasaan menyatukan sepasang sepatu orisinal bukanlah sesuatu yang tanpa disadari bisa memberikan peluang kemenangan yang tak terduga bagi KW. Tentunya Anda dan penyuka sneaker bisa memanfaatkan kesempatan ini.

Sejumlah survei online menunjukkan bahwa ada beberapa sneakers dengan merek seperti Nike, Vans, dan Adidas. Seri Nike SB Dunk Low adalah contoh sepatu yang harganya bisa naik hingga 50 kali lipat.

Pada saat SB Dunk Low dirilis pertama kali, harga jualnya hanya Rp 900.000. Setelah 18 tahun, harga jualnya naik menjadi Rp 56.000.000. Sangat cepat, bukan?

Tren pasar investasi sneakers di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kalangan selebriti dalam dan luar negeri. Perubahan selera pada kualitas dan gaya sepatu membuat calon pembeli enggan membeli produk palsu.

Penggemar sepatu kets Indonesia sangat paham dengan produk kolaboratif. Contoh jenis kolaborasi yang saya bicarakan adalah kolaborasi antara Nike dan perusahaan mode seperti Dior. Kecenderungan untuk bekerjasama ini juga disebut sebagai haute couture dalam haute couture Perancis.

Saat ini, fashion jalanan juga sedang naik daun di kelasnya dan digolongkan sebagai barang mewah.

Tren berikutnya yang bisa dijadikan patokan adalah sneakers waterproof klasik. Sepatu suede dan kain taktil tampaknya bertahan dan mendominasi penjualan sepatu kets.

Fakta ini tampaknya didorong oleh siklus mode yang terus bergulir selama 20 tahun terakhir. Saya telah melihat banyak gaya klasik tahun 90-an di jendela toko sepatu seperti Adidas dan Nike. Para pembelinya sendiri mencakup rentang usia yang cukup luas antara 18 hingga 40 tahun.

Semakin luas segmentasi pasarnya, semakin besar kemungkinan Anda menghasilkan uang dari investasi sneaker.

Fashion Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *